Pesanan buat diriku yang sering lupa!!: "' Jika aku sedang lupa.. tolong ingatkanlah aku.. moga ada keinsafan buat diriku yang sering lupa.. '"
Support US!
Search This Blog
Label
As-Sunnah
Ilmu
Artikel Pilihan
Wahabi
bid'ah
Tuntutan al-Sunnah dalam bulan-bulan Islam
Kebenaran
Pesanan
Amal Salleh
Panduan
Puasa
Kesabaran
Ramadan
Ibadah
Iman
Adab
Akidah
Fitnah
Istiqamah
Matlamat Kita dalam Bulan Ramadhan
Al-Quran
Download
Jihad
Menyambut Kedatangan Ramadan
Mudahkan Pendekatan Islam
Perintah Allah Dan Rasul
Rujukan
Video Bida'ah
Cadangan
Dakwah
Dalil
Doa
Fakta
Fatwa
Haram
Hiburan
Kematian
Kesimpulan
Maulid
Pendapat
Pendirian Umat Islam
Pengertian Sunnah
Penjagaan Lidah
Penyakit Hati
Rejab
Syiah
Taqwa
05 November 2009
23 Oktober 2009
Kenapa Perlu Berda'wah?
1] Dakwah merupakan jalan hidup Rasul dan pengikutnya
Allah ta’ala berfirman (yang ertinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108)
Berdasarkan ayat yang mulia ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengambil sebuah pelajaran yang amat berharga, iaitu: Dakwah ila Allah (mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah) merupakan jalan orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang beliau tuliskan di dalam Kitab Tauhid bab Ad-Du’a ila syahadati an la ilaha illallah (Ibthal At-Tandid, hal. 44).
[2] Dakwah merupakan ciri-ciri orang-orang yang muflih (berjaya)
Allah ta’ala berfirman (yang ertinya), “Hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung.” (Qs. Ali-’Imran: 104)
Ibnu Kathir rahimahullah menyebutkan riwayat daripada Abu Ja’far Al-Baqir setelah membaca ayat “Hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang dimaksud kebaikan itu adalah mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah-ku.” (HR. Ibnu Mardawaih) (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, jilid 2 hal. 66)
Allah ta’ala berfirman (yang ertinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108)
Berdasarkan ayat yang mulia ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengambil sebuah pelajaran yang amat berharga, iaitu: Dakwah ila Allah (mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah) merupakan jalan orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang beliau tuliskan di dalam Kitab Tauhid bab Ad-Du’a ila syahadati an la ilaha illallah (Ibthal At-Tandid, hal. 44).
[2] Dakwah merupakan ciri-ciri orang-orang yang muflih (berjaya)
Allah ta’ala berfirman (yang ertinya), “Hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung.” (Qs. Ali-’Imran: 104)
Ibnu Kathir rahimahullah menyebutkan riwayat daripada Abu Ja’far Al-Baqir setelah membaca ayat “Hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang dimaksud kebaikan itu adalah mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah-ku.” (HR. Ibnu Mardawaih) (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, jilid 2 hal. 66)
Labels:
Dakwah
11 Oktober 2009
Perintah Berpegang Teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah
Sumber : Rasuldahri.com
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata" (QS. Al-Ahzab : 36)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An Nisaa', 4:59)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Ali 'Imraan, 3:31)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون
“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”
(QS. Ali 'Imraan, 3:132)
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An Nisaa', 4:65)
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(QS. An Nisaa', 4:69)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“…dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman."
(QS. Al Anfaal, 8:1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),”
(QS. Al Anfaal, 8:20)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al Anfaal, 8:24)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al Anfaal, 8:46)
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At Taubah, 9:71)
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.”
(QS. An Nuur, 24:56)
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(QS. Al Ahzab, 33:21)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ
“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”
(QS. At Taghaabun, 64:12)
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata" (QS. Al-Ahzab : 36)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. An Nisaa', 4:59)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Ali 'Imraan, 3:31)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون
“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”
(QS. Ali 'Imraan, 3:132)
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An Nisaa', 4:65)
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(QS. An Nisaa', 4:69)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“…dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman."
(QS. Al Anfaal, 8:1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),”
(QS. Al Anfaal, 8:20)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al Anfaal, 8:24)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al Anfaal, 8:46)
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At Taubah, 9:71)
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.”
(QS. An Nuur, 24:56)
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(QS. Al Ahzab, 33:21)
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ
“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”
(QS. At Taghaabun, 64:12)
21 Ogos 2009
Selamat mengikuti kursus di IPT terunggul !
Dengan izin Allah Ta'ala jua, esok yang bermula dengan terbenamnya matahari hari ini akan menyaksikan keseluruhan umat Islam 'berdaftar' sebagai 'penuntut-penuntut' satu 'IPT' terunggul dalam sejarah peradaban manusia. 'IPT' itu ialah Bulan Ramadan yang penuh kemuliaan dan keberkatan.
'Kursus-kursus intensif' dan 'mesra pelanggan' yang disediakan dalam Bulan Ramadan sebagai Institut Penerapan Taqwa ini wajarlah dipelajari dan dihayati dengan kecerdikan 'study smart' dan kesungguhan 'study hard'.
Firman Allah Ta'ala al-Baqarah (2:183):
Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa.
Definisi Taqwa telah dihuraikan oleh para ulamak seperti berikut :
i. Meletakkan penghalang dan penghadang di antaramu dan apa yang diharamkan oleh Allah.
أن تجعل بينك وبين ما حرم الله حاجبا وحاجزا
ii. Melaksanakan perintah Allah dan menghindari laranganNya.
امتثال أوامر الله واجتناب النواهي
iii. Takutkan Allah, beramal dengan wahyu, reda dengan sedikit serta bersedia untuk hari pembalasan.
'Kursus-kursus intensif' dan 'mesra pelanggan' yang disediakan dalam Bulan Ramadan sebagai Institut Penerapan Taqwa ini wajarlah dipelajari dan dihayati dengan kecerdikan 'study smart' dan kesungguhan 'study hard'.
Firman Allah Ta'ala al-Baqarah (2:183):
Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa.
Definisi Taqwa telah dihuraikan oleh para ulamak seperti berikut :
i. Meletakkan penghalang dan penghadang di antaramu dan apa yang diharamkan oleh Allah.
أن تجعل بينك وبين ما حرم الله حاجبا وحاجزا
ii. Melaksanakan perintah Allah dan menghindari laranganNya.
امتثال أوامر الله واجتناب النواهي
iii. Takutkan Allah, beramal dengan wahyu, reda dengan sedikit serta bersedia untuk hari pembalasan.
18 Ogos 2009
Menyambut Kedatangan Ramadan
Sudahkah kita persiapkan diri menghadapi Ramadan??
Apa yang harus kita buat? Ubahsuai rumah? Pastikan anak-anak berpakaian cantik? Sediakan permaidani merah?!! Tetamu terhormat kita ialah bulan yang mulia-bulan Ramadan. Kita perlu mengutamakan/mengagungkan tanda kebesaran Allah (syiar Allah), kemudianNya, berhijrah untukNya.
Jabir Ibn Abdillah berkata, “janganlah kita samakan hari-hari biasa kita dengan hari-hari puasa. Seharusnya ada perubahan sebaik sahaja kita melangkah ke bulan Ramadan.”
Apabila hilal Ramadan menjelma, pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup. Maka, berubahlah sekiranya kita inginkan fadhilat Ramadan.
Sebagai persediaan menyambut Ramadan, kita perlu berhenti sejenak dan renungi… kita harus mengambil masa untuk rehat-masa untuk mencari ketenangan.
Apa yang perlu dilakukan sebaik sahaja Ramadan tiba?
1) Berhenti daripada melakukan dosa/maksiat
Kita mestilah berhati-hati agar tidak melakukan dosa di bulan Ramadan. Ulama & cerdik-pandai ada berkata, “ sesuatu perbuatan itu adalah dosa besar, maka meninggalkannya (perbuatan itu) akan memberi kita ganjaran yang lebih besar. “ contohnya, seorang wanita kaya lagi cantik menggoda seorang lelaki melakukan zina seraya lelaki itu berkata, “ aku takutkan Allah.” Maka ganjaran menjauhkan diri dari dosa itu adalah besar kerana godaan itu juga adalah besar. Sekiranya desakan untuk melakukan dosa itu kecil/lemah, seseorang itu masih juga melakukan dosa itu, maka ia akan mudah terjerumus dalam dosa yang besar. Ini adalah kerana dia gagal melawan diri dari melakukan dosa kecil, maka dosa kecil ini akan membawanya kepada melakukan dosa yang lebih besar. Sepatutnya, tinggalkan sahaja perkara-perkara yang boleh mendatangkan dosa. Rasulullah s.a.w. bersabda, “ Terdapat beberapa umat di mana di Hari Kimat, Allah tidak pandang pada mereka mahupun berkata-kata-ini tanda kemurkaanNya - ini satu musibah besar – salah seorang daripadanya ialah seorang tua yang melakukan zina. Mengapa? Kerana dia sudah tua, sudah menikmatinya bertahun-tahun tetapi masih tidak dapat mengawal diri.
Di bulan Ramadan, segala penyumbang kepada dosa menjadi lemah dan kuranglah beban kita- iblis dirantai, nafsu disekat, ramai umat Islam melakukan amal jariah, masjid-masjid penuh, lebih ramai membaca Al-Quran. Dengan berpuasa, syaitan yang mengalir di dalam darah kita juga menjadi lemah (setiap orang mempunyanyai syaitan sebagai teman, dinamakan Qarin). Maka, apabila kita melakukan dosa, lebih beratlah kesannya.
Langgan:
Catatan (Atom)
